Showing posts with label Festival. Show all posts
Showing posts with label Festival. Show all posts

Monday, June 13, 2011

Foto Festival Harbin Ice Internasional

Harbin Ice Festival adalah salah satu festival es terbesar di dunia. Festival ini diadakan setiap tahun pada 5 January. Festival ini diikuti oleh berbagai seniman es dari seluruh dunia.

























Friday, June 10, 2011

Festival Unik Asli Tradisi Indonesia

Indonesia sering disebut sebagai raksasa tidur Asia Tenggara, dan julukan itu memang tepat. Dengan lebih dari 18 ribu pulau, gugusan pulau ini memiliki keragaman luar biasa akan apa yang bisa Anda lihat atau lakukan saat berlibur ke sana.

Modernisasi membawa berbagai macam pembangunan (sebagian mengatakan pembangunan yang berlebihan) ke Jakarta, sementara pariwisata Bali kembali hidup setelah sempat hancur ketika ledakan bom 2002 lalu. Ada juga pegunungan seperti Bromo dan Borobudur yang mistis bagi pencari berbagai jenis atraksi, selain juga 6.000 pulau berpenghuni.

Tidak mengherankan bila Indonesia menawarkan berbagai macam festival yang sangat khas menonjolkan budaya mereka, mencerminkan keragaman etnis dan tradisi dari berbagai bagian nusantara. Anda akan menemukan keragaman itu dalam enam festival khas Indonesia ini, mulai dari perayaan seni, batik, tarian dan upacara. Jika mungkin, Anda bisa menyaksikan salah satu festival ketika berkunjung ke Indonesia!

Festival Krakatau

Festival Krakatau adalah festival tahunan yang diselenggarakan di Lampung, diadakan untuk merayakan pulau vulkanik bernama sama, Krakatau. Gunung Krakatau meletus pada 1927, letusan itu kemudian menghasilkan pulau-pulau kecil baru, yang diberi nama Anak Krakatau.

Selama festival, pengunjung dapat menikmati berbagai macam pertunjukkan seperti Karnaval Tuping (Karnaval Topeng Lampung), atraksi gajah serta berbagai macam tarian dari Lampund dan kota sekitarnya. Akhir dari rangkaian acara ini adalah kunjungan ke pulau vulkanik itu, masih aktif tetapi sedang tidur lelap. Untuk sementara!

Festival Kesenian Bali

Salah satu perayaan seni budaya tahunan terbesar di Indonesia, Festival Seni Bali selalu penuh sesak. Selama sebulan penuh, berbagai pertunjukan seni, pameran, dan aktivitas budaya lainnya akan berlangsung di seluruh Bali, menawarkan tarian, musik dan keindahan budaya mereka.

Perayaan terkenal itu menampilkan pertunjukan seperti tarian tradisional yang sudah hampir terlupakan, jejak dari daerah terpencil di Bali, makanan, kerajinan tangan, serta kreasi baru dari sekolah-sekolah tari di Denpasar dan koreografi kontemporer dari seniman nasional dan internasional.

Karnaval Batik Solo

Sejak zaman dahulu, tradisi batik selalu memiliki akar yang sangat kuat di Solo. Kotadi Jawa Tengah itu bahkan telah menjadikan batik sebagai ikon dan identitas, sebuah gambaran tepat dari kota yang terkenal karena keindahan kerajaannya dan kehalusan perilaku. Karnaval Batik Solo diadakan untuk memperkuat tradisi itu, dan untuk mempromosikan batik pada skala nasional dan internasional.

Acara ini adalah kombinasi upacara, pagelaran busana dan karnaval, semuanya menggunakan batik sebagai tema. Akan ada juga bazar yang menawarkan berbagai macam batik dan suvenir unik Solo.


Festival Musik Etnik Internasional Solo

Salah satu festival terbaru dari Solo adalah Solo International Ethnic Music (SIEM) Festival, yang berfokus pada pertunjukan dan perayaan musik etnis. Ajang ini adalah suatu platform unik bagi kolaborasi antara musik modern dan etnis, seniman lokal dan internasional.

Daftar panjang para penampil termasuk seniman Minangkabau, Riau, Yogyakarta, Surabaya, Papua, Kalimantan, dan bahkan seniman asing dari Jepang, Australia, India, Selandia Baru dan banyak lainnya.

Gerebeg Mulud

Dalam bahasa Jawa, gerebeg berarti kerumunan orang dan mulud adalah salah satu nama bulan di kalender Jawa. Perayaan itu, juga dikenal dengan nama Sekaten, untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad. Prosesi itu berlangsung seharian dan 'menampilkan' dua pertunjukan gamelan yang diarak menuju Mesjid Agung.

Pada malam hari akan ada pasar di sebelah utara kota untuk menambah kemeriahan kota, tempat yang tepat untuk mencoba berbagai makanan Jawa dan Yogyakarta serta untuk berburu suvenir.

Festival Lembah Baliem

Festival khas Papua ini berakar kepada kepercayaan suku-suku lokal bahwa perang bukan hanya konflik keuasaan dan kepentingan, tetapi juga simbol kesuburan dan kemakmuran. Sejak 20 tahun lalu, pemerintah daerah telah menekankan pentingnya perdamaian antara suku-suku yang berperang untuk mencegah balas dendam berkepanjangan dan hilangnya nyawa. Jadi, Festival Lembah Baliem adalah suatu acara yang diadakan untuk menggantikan perang antar suku itu.

Seperti yang bisa Anda tebak, acara utama adalah perang-perangan antar suku. Bayangkan lebih dari 20 suku berbeda dengan masing-masing 30 hingga 50 orang mengenakan pakaian tradisional, membawa tombak, busur, panah dan parang! Ada juga pertunjukan dan sejumlah atraksi lain, seperti permainan tradisional setempat, tarian, serta masakan lokal.

Buzkashi, Festival Tradisional Masyarakat Asia Tengah

Lomba Menyeret Kambing atau Buzkashi adalah olahraga yang populer dari Afghanistan. Dimainkan di atas kuda di negara-negara Asia Tengah seperti Afghanistan, Uzbekistan, Tajikistan, Kyrgyzstan, Pakistan utara, India dan Kazakhstan.

Buzkashi dapat dibandingkan dengan permainan Polo, ada dua tim dan pemain naik kuda, seperti di Polo, tapi bukannya bola yang digunakan, namun bangkai kambing tanpa kepala atau betis.


Peraturan dari permainan ini adalah untuk merebut bangkai kambing dan kemudian membawanya melewati pemain lain dan terus berlari sampai melewati garis gawang atau ke lingkaran sasaran.

Persaingan biasanya sengit, sebagian pemain lain mungkin menggunakan kekuatan untuk menyandung kuda dalam rangka untuk menggagalkan upaya mencetak gol. Para pengendara akan membawa cambuk, biasanya mereka gigit, untuk mengintimidasi kuda lawan dan penunggangnya.

Para penunggang biasanya memakai pakaian tebal dan pelindung kepala untuk melindungi diri terhadap pemain lain dari cambuk dan tendangan sepatu bot. Permainan bisa berlangsung selama beberapa hari, dan tim pemenang menerima hadiah, tidak selalu uang, sebagai imbalan untuk menang.


Bangkai Kambing dalam permainan Buzkashi biasanya dipenggal dan memiliki anggota badan yang terpotong di lutut. Kemudian direndam dalam air dingin selama 24 jam sebelum digunakan untuk bermain untuk menguatkan bangkai itu. Kadang-kadang pasir dimasukkan ke dalamnya untuk memberikan bobot ekstra.


Pemain Buzkashi yang professional dilatih secara intensif selama bertahun-tahun, oleh banyak master (disebut chapandaz) yang berumur di atas empat puluh tahun. Permainan ini juga memerlukan kuda khusus yang terlatih yang harga jualnya bisa mencapai US $ 10.000-15.000.






Tuesday, May 24, 2011

Pemenang Kompetesi Jenggot dan Kumis Yang Artistik

Kejuaraan Dunia Jenggot dan Kumis adalah kompetisi dua tahunan di mana laki-laki dengan janggut dan kumis yang rumit tatanannya bersaing satu sama lain dalam 17 kategori resmi yang berbeda mulai dari jenggot alami, cambang gaya bebas, kumis Fu Manchu Hungaria, Garibaldi sampai jenggot gaya Imperial.

Acara yang dimulai pada tahun 1990 telah berjalan secara teratur sejak tahun 1995. Tahun ini diselenggarakan di Trondheim di Norwegia.
Pia Weis mempersiapkan suaminya Hans-Peter
untuk kejuaraan jenggot gaya freestyle

Lebih dari 150 kontestan dari 15 negara hadir di Prinsen Hotell, Trondheim, Norwegia akhir pekan ini untuk untuk mengikuti kontes bulu wajah terbaik, terunik, dan terumit di dunia.

Penata rambut Elmar Jerman Weisser, 47 tahun, dengan patung rambut wajah yang rumit tentang rusa tampil sebagai pemenang. Ini adalah ketiga kalinya Weisser muncul sebagai juara.
Gerhard Knapp mempersiapkan untuk kejuaraan


Secara keseluruhan pemenang dari kejuaraan ini adalah Elmar Weisser asal Jerman, mengambil hadiah pertama dalam gaya bebas kategori jenggot penuh.
Karl-Heinze Hille, Jerman,
pose setelah memenangkan kategori parsial kekaisaran jenggot

Bill Mitchell, AS, pemenang kategori cambang

Wolfgang Schneider menang dalam kategori kumis alami

Dusan Lalos, Jerman, pemenang kategori jenggot alam parsial

Jurgen Draheim, Jerman, menang dalam kategori Musketeer

Rooty Lundvall, AS, pemenang kategori jenggot alami penuh

Dieter Besuch, Jerman, pemenang gaya bebas kategori jenggot parsial

Burke Kenny, AS, pemenang jenggot alami dengan kategori kumis gaya

Lutz Giese pemenang kategori jenggot Cina parsial